MAGIC WORD 7 : Pasrah

Pasrah : memberikan kepercayaan, menjaga kualitas proses dengan usaha maksimal, lawan kata putus asa, menyerahkan hasil keputusan final pada kekuatan yang lebih tinggi setelah berupaya memenangkan pikiran & perasaan baik serta menguak nurani lebih dalam, melakukan sikap positif dan melewati proses evaluasi dengan memanfaatkan seluruh perangkat dan kekuatan untuk kemanfaatan bagi lebih banyak orang.

Saat Anda menghadapi pasangan yang punya sikap negative, sering menyalahkan, kurang bertanggung jawab, egoism. Apa yang baik Anda lakukan untuk kepasrahan ini?

  1. Setelah Anda berperasaan baik (mengasihi perilakunya, kalau bukan Anda yang mengasihi siapa lagi yang akan mengasihi dia? Bukankah Anda berharap Tuhan akan mengasihi Anda seperti Anda mengasihi pasangan?),
  1. Berfikiran baik (yakin bahwa sikap pasangan akan membaik dengan mengajaknya menambah wawasan tentang hal-hal positif) dan membuka nurani Anda (mempelajari komunikasi yang lebih baik  dan sesuai karakter Anda dan pasangan, meningkatkan ilmu ttg manusia dan cara berkomunikasi) lakukan dengan kesabaran yang terus menerus maka
  1. Terakhir pasrahkan hasilnya pada Tuhan maka kemungkinan keajaiban yang bisa terjadi adalah pasangan dapat berubah atau Anda sendiri yang mendapat keajaiban lain, tergantung pada bagaimana afirmasi (doa) yang Anda ucapkan.

Pasrah seperti apa yang memiliki energi  maghnet besar dalam menarik keajaiban?

  1. Pasrah yang dilakukan di akhir usaha dan diniatkan umtuk membuka ide, inspirasi, kekuatan untuk melakukan usaha yang selanjutnya
  2. Pasrah yang diucapkan dengan getaran hati, suasana perasaan yang penuh ketenangan, kedamaian yang menyelimuti pikiran, dan harapan hanya kepada Tuhan
  3. Pasrah sebagai sikap yang rendah hati, memandang keajaiban sebagai kemungkinan akibat campur tangan Tuhan semata.

MAGIC WORD 6 : Memberi Berarti Menerima

memberi dan menerima, adalah satu kesatuan yang tidak terpisahkan

Hukum alam    : Maghnet memberii akan menarik pemberian dari alam semesta, maghnet pemberian dari alam semesta inilah yang kembali pada Anda dengan sebutan menerima. Bila ingin menerima keajaiban maka Anda harus memberi keajaiban.

Memberi berarti membuat perintah kepada alam semesta untuk melakukan hal yang sama dengan Anda. Whatzz? Ya, dengan Anda memberii berarti Anda telah membuka diri Anda untuk diberi oleh alam semesta, karena Anda telah mengorder alam semesta untuk melakukan hal yang Anda lakukan dengan Anda sendiri sebagai obyeknya. Bila Anda memberii maka maghnet yang terbentuk adalah ‘maghnet memberii’, Anda akan menarik pemberian dari alam semesta, maka jangan berharap menerima bila Anda tak pernah memberii.

Memberi berarti menerima, kok bisa?

Alam selalu menjaga keseimbangannya dengan proses pertukaran energi. Energi tidak dapat dimusnahkan, tetapi dapat berpindah tempat atau berubah bentuk. Di dalam materialisasi terdapat sebuah pemahaman dasar, yaitu “memberii sama dengan menerima”; aksi sama dengan (-) reaksi.

Proses “memberi” dan “menerima” adalah sebuah proses pertukaran energi yang diperlukan oleh alam semesta untuk dapat memberiikan kecerdasannya kepada berbagai bentuk kehidupan. Untuk dapat “menerima” Anda harus “memberii” terlebih dahulu. Untuk dapat menuai, Anda harus menanam terlebih dahulu. Proses ini akan berjalan terus-menerus secara berkesinambungan. Segala sesuatu yang menghalangi bekerjanya proses “memberii” dan “menerima” akan dihancurkan oleh keseimbangan alam semesta.Syarat dalam Memberii

Apakah yang harus saya berikan?

Jawabannya sama dengan pertanyaan: apa yang Anda ingin dapatkan? Jika Anda ingin mendapatkan kasih-sayang, berikan kasih sayang, jika Anda ingin pengetahuan, sebarkanlah pengetahuan, jika Anda ingin uang, maka berikanlah uang. Ya, ini sesuai dengan prinsip memberi dan menerima di atas, apa yang mengalir keluar dari Anda, adalah apa yang akan mengalir kembali kepada Anda. Alam semesta mengikuti hukum ini. Bahkan yang mengalir kembali kepada Anda, selalu lebih besar dari yg mengalir keluar dari Anda, karena semesta jauh lebih besar dari Anda! Jadi jika Anda ingin banyak uang, berikan uang

“Memberi” atau “menanam”, bergantung pada bibitnya. Dan kualitas dari pemberian pun bergantung pada kualitas kesadaran orang yang melakukannya. Ada empat syarat memberii yang baik, agar bermanfaat untuk lingkungan ataupun orang banyak.

Niat,

untuk melakukan pemberian harus disertai dengan niat yang tulus dan ikhlas; seperti ketika Anda membuang sampah, dalam waktu singkat Anda telah melupakannya dan tidak diungkit-ungkit lagi.

Sasaran,

diberikan kepada orang yang memang memerlukan, bukan orang yang pura-pura memerlukan atau pekerjaannya meminta-minta.

Guna,

berguna untuk jangka waktu yang lama dan manfaatnya akan berkelanjutan seperti efek bola salju, terus bergulir dan tidak akan pernah habis.

Waktu,

pemberian dilakukan pada saat dibutuhkan.

Pemaparan empat syarat “memberii” di atas terkesan mempersulit pemberian sehingga mungkin Anda akan membatalkan pemberian. Bahkan, lebih ekstrim, mungkin Anda tidak akan memberii karena takut salah. Anda andaikan pemaparan di atas seperti seorang petani. Untuk menanam bibit padi terlebih dahulu ia harus menyiapkan lahan, memahami cara dan kiat menanam yang baik, memberiikan pengairan yang cukup, dan memberii pupuk. Dengan demikian, pada saat bibit yang baik ditanam maka tanaman padi tersebut akan terus tumbuh dan memberiikan hasil yang bermanfaat bagi orang banyak. Dapat Anda bayangkan, jika petani tersebut tidak serius menanam maka bibit yang baik tersebut akan mati sia-sia.

Bila Anda memberi ide untuk kemajuan orang lain, maka alam semesta akan memberi kit ide untuk Anda lebih maju lagi. Bila Anda menenangkan hati kawan Anda yang sedang gelisah, maka alam semesta akan memberii tahu Anda bagaimana cara menenangkan kegelisahan. Bila Anda memberii ilmu pada orang lain untuk bisa mandiri dalam kehidupan, maka alam semesta akan memberi Anda ilmu untuk Anda lebih mandiri lagi.

Ilustrasi           : ketika ada orang yang sering menyakiti Anda,

Tips     : berilah apa-apa yang Anda miliki (ide, saran, uang, komunikasi) untuk kemajuan orang lain, maka apa yang telah Anda berikan itu akan kembali pada Anda dalam kualitas positif yang lebih berlipat-lipat.

APa itu memberi hati?

Bila Anda memberi cinta pada orang lain maka alam semesta pun akan memperlakukan Anda dengan cinta.Mencintai artinya memberi tanpa pernah bertanya kapan Anda akan menerima, bila Anda memberii pada seseorang dan Anda tahu dia tak mampu membalasnya, maka alam semesta yang membalas.

Kebenaran kalimat, ‘barang siapa memberii akan menerima’ adalah sudah pasti.

 

Waktu saya masih kecil, tiap kali kami bepergian keluar kota, Ibu & Bapak selalu membeli sesuatu dengan alas an akan diberikan oleh tetangga. Kebiasaan baik ini saya lanjutkan hingga sekarang.

Di suatu kota yang ramai tiba-tiba ada seorang anak muda yang berteriak ditengah kerumunan itu

“Hai semua orang , lihatlah hatiku ini, sangatlah sempurna, tidak ada cacat sama sekali!! Tidak seperti hati kalian itu… Ahahahahaahah”

Orang-orang di kerumunan itu hanya bisa memandang kearah anak muda tersebut dengan harapan memiliki hati yang sempurna seperti yang ia miliki, tapi apa daya, keadaan hati orang itu berbeda-beda, tiba- tiba datanglah seorang bapak-bapak yang sudah tua yang segera mendekati anak tersebut dan berkata

“Sungguh kasihan sekali dirimu itu nak…, mengapa kamu memiliki hati seperti itu, coba lihatlah hatiku ini..”

Orang tua itu lalu memperlihatkan hatinya kepada anak muda itu, Hati orang tua itu ridak seperti hati anakmuda itu yang tidak ada cacat, melainkan penuh dengan luka, ada bagiannya yang hilang, dan ada bagian lainnya yang tidak tertutupi dengan pas, dan semuannya terlihant kacau, lalu bertanyalah anak itu kepada bapak itu

“Hai orang tua, mengapa hatimu bisa menjadi seperti itu ?”

Lalu orang tua itu bercerita,

“Di dalam hidup ini Anda hidup dengan orang banyak, dimana Anda harus berbagi dengannya, berbagi semuannya ,termasuk hati Anda,kamu lihat bagian hati yang paling besar hilang ??, ini kuberikan kepada seseorang yang aku cintai, namun ia tidak memberiikan sedikitpun kepadaku, dan ia memilih hidup dengan seseorang lainnya, dan ada bagian lain yang hilang namun ada yang menutupinya walaupun tidak pas, tapi tidaklah mengapa, karena hidup terus berjalan, Anda akan bertemu dengan banyak orang yang mungkin akan memberiikan sebagian hatinya kepada Anda, dan aku bangga memiliki hati seperti ini karena aku pernah merasakan memberii dan menerima”

Lalu anak muda itu menangis,

“Pak, maukah anda mengajadi saya tentang hal memberii dan menerima ?”

Banyak sekali kisah-kisah inspiratif tentang konsep memberi dan menerima, tetapi kenapa Anda lebih focus pada menerima?

Secara alamiah otak Anda akan mencari dan menyukai jalan termudah untuk dilakukan, tiap kali otak menemukan hal yang lebih gampang maka dia akan memunculkan sensasi nikmat sesaat. Sudah pasti menerima adalah hal yang lebih mudah dilakukan oleh otak. Menerima tidak membuat Anda kreatif, tidak membuat ita percaya diri, tidak membuat otak Anda bekerja aktif, .

Mengapa memberii menimbulkan rasa berat dan tidak nyaman?

Tidakkah merugikan Anda bila Anda terus menerus memberii?

Sama sekali tidak.

MAGIC WORD 5 : Peduli

Mikul dhuwur mendem jero, peduli berarti mengangkat tinggi sisi positif dan mengubur dalam-dalam sisi negatif. Akui, beri penghargaan tiap Anda menemukan sisi postif diri Anda, situasi ataupun orang lain, jangan pedulikan sisi negatifnya karena sekali Anda ‘peduli’ dengan keburukan orang lain maka keburukan ini akan datang lagi menghampiri Anda.

Apa yang harus Anda lakukan bila Anda menemukan kekurangan orang lain? Peduli pada kekurangan/keburukan diri sendiri dan orang lain sama dengan memberi makan pada pada keburukan itu sendiri, syukuri keburukan sebagai tahap pembelajaran, lalu maafkan, jangan pernah membahas, membahas berarti mengundang keburukan itu untuk datang lagi. Itulah sebabnya gossip yang buruk itu berbahaya, saat begossip Anda malah mengundang hal2 yang Anda gossipkan utk datang lebih banyak lagi. Biasanya Gossip dilakukan dalam suasana santai dan relaks, otak kanan Anda akan menganggap gossip secara serius untuk ditiru, terkadang dalam bentuk yang lain tetapi sama kandungan keberukkannya.

Apakah ini tidak menyebabkan kesalahan yang berlarut-larut?

Sama sekali tidak, anggaplah bahwa kkurang adalah tahap pembelajaran, everybody has  a good intension, setiap orang selalu punya niat baik di tiap tndakannya. Bila keburukan itu masih terjadi mengertilah bahwa tahap pembelajaran seseorang itu berbeda, ada yang cepat ada yang lambat.

Apa jadinya bila Anda peduli pada keburukan?

Seseorang melakukan kesalahan yang mengakibatkan Anda kesal sama artinya Anda meningijinkan diri Anda tertempel maghnet negative, semenitmaghnet ini menempel maka Anda telah kehilangan kesempatan mengunadang keajaiban. Biarlah keburukan itu ada dimana-mana tetapi selamatkan diri dari tertular keburukan.

Pedulikan hanya pada hal-hal positif, pada kebaikan diri sendiri dan orang lain. Salah satu cara untuk tetap bertahan dengan magnet positif adalah berfokus, Setiap orang memiliki paling sedikit dua sisi, baik dan buruk. Pedulikan hanya sisi baiknya. Latihlah diri Anda untuk tidak berfokus pada kekurangan orang lain dengan dengan melihat kebaikannnya walau itu hanya sedikit menuut kacamata Anda.

Ilustrasi           : Seorang kawan memiliki atasan yang galak dan selalu mengomel tiap pagi. Hingga suatu saat saat atasan ini berlaku kelewat batas dengan marah-marah hingga salah satu anak buahnya menangis, suasana kerja menjadi rusak dan impian untuk membangun team yang solid menjadi rumit. Kekesalan menjadi suasana ‘wajib’ tiap  kali berada di kantor karena harus bertemu dengan atasannya, team work menjadi kocar kacir. Lalu kawan Anda ini memilih untuk lebih peduli pada sisi positif atasan saat sedang tidak marah dan ternyata saat tidak marah atasannya adalah orang yang mudah tesenth. Kawan ini memilih untuk menganggap bahwa sang atasan butuh bantuan dalam hal dipahami saat marah.

MAGIC WORD 4 : Ikhlas

Apa kekuatan ikhlas?

Kondisi ikhlas berarti dimana Anda mampu merasa bahagia dikala duka, mampu merasa mudah dikala hidup sedang sulit, mampu menertawakan diri Anda di kala Anda sedang melakukan kebodohan


Ikhlaskan diri Anda bila Anda melakukan kesalahan yang berulang, terimalah kemampuan belajar Anda yang tidak secepat sangkaan Anda, ikhlas akan adalah bentuk afirmasi Anda kepada Allah yang berarti bahwa Anda sudah mengosongkan hati dan pikiran serta siap menerima pembelajaran baru bahkan rejeki baru.

Perasaan malu, marah atau bersalah akibat kebodohan Anda adalah perasaan buruk yang malah akan mengundang keburukan utnuk datang pada Anda.

Anda sering mendengar kata `ikhlas’ diucapkan orang. Misalnya, sang dermawan berkata; “Saya menyerahkan sumbangan ini dengan ihklas”. Anehnya, dia mengharapkan sang penerima derma untuk mencoblos tanda gambar dalam pemilihan ketua RT minggu depan. Dia merasa kesal ketika ternyata hasil perhitungan suara lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah orang yang menerima derma darinya. Anda memang gemar membawa- bawa kata ikhlas ketika melakukan sesuatu untuk orang lain. Tapi, hati kecil Anda begitu mudahnya menggugat hanya karena orang yang

Anda tolong itu sama sekali tidak mengucapkan terimakasih. Dan diam-diam Anda mencap orang itu sebagai `orang yang tidak tahu terimakasih’. Sebongkah kedongkolan ditambah dengan perasaan tidak dihormati cukup menjadikan Anda kapok untuk menolongnya lagi dikemudian hari.

Juga kala Anda dengar ‘aku sih ikhlas, tapi kadang istriku jadi sangat menyebalkan dan tak mau mengerti keingnanku’, benarkah ikhlas bisa dirangkai dengan kalimat tetapi? Bukankah keinginan Anda akan tercapai bila Anda tak punya lagi perasaan ‘menyebalkan’ dalam hati Anda? Ikhlas adalah ketaatan yang sempurna tanpa syarat dan tanpa pertanyaan. Ikhlaskan kekurangan pasangan Anda dalam memenuhi keinginan Anda karena Anda juga punya kekurangan yang tak kalah buruknya. Ikhlas berarti tetap mencintai (perasaan baik) kelebihan orang lain tanpa mempermasalahkan kekurangannya, toh kini Anda mengerti bahwa perasan buruk terhadap kekurangan orang lain malah akan merugikan diri Anda sendiri?

MAGIC WORD 3 : Sabar

Sabar   : fokus, meningkatkan semangat, menjaga pikiran & perasaan positif, kreatifitas yang terus menerus ditengah situasi yang kurang menguntungkan, mencari solusi jalan keluar pemasalahan dengan cara-cara terbaik, tenang dan berakhir menyenangkan.

Selama ini sabar lebih terkenal dalam bentuk pasif, lemah, menunggu, berdiam diri, menutup mulut, tidak mengambil tindakan apapun, mundur ke belakang, menghindar, melarikan diri dan lain-lain. Sabar lebih sering digunakan saat seseorang berada dalam kondisi mengalami kemalangan, menghadapi kemarahan seseorang.

Sabar jarang digunakan ketika seseorang sedang aktif mengejar mimpi, ketika seseorang sedang membangun usahanya atau ketika Anda sedang memperjuangkan kebaikan-kebaikan. Pernahkah Anda mendengar seorang anak yang sedang ujian dinasehati orang tuanya dengan kalimat, ‘Nak, terus belajar dan tetap sabar ya’.

Orang yang sedang berusaha merubah pikiran negatif menjadi pikiran positif adalah yang paling tepat mendapat nasehat sabar. Ketika seseorang mendapat musibah diaharapkan mampu segera mereframe pikiran/perasaan buruknya menjadi pikiran/perasaan yang lebih baik.

Kesabaran yang bagaimana yang bisa mengundang maghnet keajaiban?

  1. Kesabaran yang yakin bahwa kesabaran akan memperpendek waktu datangnya keajaiban, disinilah relativitas terhadap waktu berlaku. Semakin Anda sabar dan teguh dalam suasana positif semakin pendek waktu yang Anda butuhkan
  2. Kesabaran dalam perasaan dan pikiran positif’, inilah sebenar2nya letak kalimat kesabaran, sabar dalam mempertahankan maghnet keajaiban.
  3. Gunakanlah kalimat sabar berdampingan dengan kata berani, misalnya, saat seseorang sedang membangun bisnis, katakanlah, ‘Anda harus berani dan sabar dalam mengambil resiko bisnis’, karena hanya orang-orang dengan tingkat keberanian dan keyakinan tinggilah yang mampu menjaga kesabarannya.

Ilustrasi     : ada salah seorang rekan yang mendapat musibah kecelakaan, mobilnya dirusak oleh seseorang tak dikenal, lalu ketika dinasehati untuk sabar, dia menjawab dengan hati yang sangat marah dan dendam, ‘Ya pastilah sabar, mau gimana lagi?’ seolah sabar adalah pilihan terakhir yang dilakukan dengan perasaan terpaksa, seolah sabar adalah kondisi yang sangat lemah yang sama sekali tidak ada kebaikannya. Tak berapa lama dia mendapat musibah yang sama di lokasi yang sama untuk kedua kali, lalu rekan ini diajak untuk mendoakan si pelaku agar diberi kebaikan-kebaikan bukannya malah menyirami kemarahan hatinya. Kemalangan inipun tak lagi berlanjut.

Sabar ternyata bukan sikap pasif: menunggu. Sabar itu suatu sikap pro-aktif, mencermati situasi yang dihadapi untuk melihat peluang berbuat baik dan memberiikan sumbangan sesegera mungkin. Sabar itu sebuah sikap kreatif dalam kebersamaan. Melakukan tindakan kreatif sendiri jauh lebih mudah, daripada menciptakan tindakan kreatif bersama. Karena dalam kebersamaan, kelompok atau tim, tindakan kreatif mestinya merupakan simfoni yang harmonis.

Kesabaran berarti suatu kombinasi sikap mental yang terfokus pada tujuan perubahan yang terukur, kegigihan dalam berjuang, dan persistent (tekun).  Saya disadarkan lagi: sabar itu bukan kata sifat, melainkan kata kerja, bahkan kata kerja kreatif penuh daya imajinasi!

Kesabaran berlawanan dengan sikap menyalahkan, egois, reaktif karena sabar dalam memahami hikmah positif dan merasa positif lebih mampu mengundang keajaiban.

MAGIC WORD 2 : The Power of Insha Allah

Insha Allah telah menjadi kalimat yang sangat popular di masyarakat Anda setelah Bismillah dan Salam (Assalamu ‘alaikum) dan juga popular dalam hal penyimpangan kegunaannya. Di Aceh malah sampai muncul pernyataan, pue Insha Allah ureung Aceh?

Insha Allah dalam bahasa Indonseia berarti ‘bila Allah mengijinkan’ dan telah menjadi kata salah kaprah bahkan konotasi kurang baik, sperti joke berikut :

Pada suatu hari, Abud pergi ke tukang jahit hendak minta dijahitkan sepasang celana panjang. Setelah diukur dan memilih bahan yang pas untuk dijadikan celana, Abud bertanya pada si tukang jahitnya

“Kira kira kapan celana saya akan selesai?”

Si tukang jahit jawab “Insha Allah, tiga hari lagi, tuan….”

Dengan begitu pun, si Abud pulang kerumahnya.

Selang tiga hari kemudian, ia kembali ke tempat si tukang jahit dengan maksud mengambil celananya sesuai dengan janji si tukang jahit.

“saya mau ambil celana saya,pak..katanya selesai dalam waktu tiga hari. Ini sudah tiga hari”

“wah..belum selesai, tuan.Maaf. Tapi kembalilah seAndar dua hari lagi, Insha Allah selesai”

Dua hari kemudian, Abud kembali ke tempat tukang jahit dan menanyakan celananya. Ternyata belum selesai juga…

Sambil membungkuk2 setengah badan si tukang jahit minta maaf dan berkata

“tolong maafkan saya, tuan…kembalilah dua hari lagi, Insha Allah sudah selesai”

Dengan jengkel Abud berkata “kalo Allah ga ikut campur, bisa cepat selesai ga celana saya?”

 

Dari joke yang sudah sangat merakyat ini terlihat adanya penyelingkuhan istilah Insha Allah menjadi istilah yang berguna untuk menggantikan kalimat ‘aku tidak yakin,’ ‘kalau aku tak tepat janji jangan salahkan aku ya kan Allah sudah mengijinkan aku utk tidak tepat waktu’. Naudzubillah Min Dzalik! Penggunaan kalimat Insha Allah disini menjadi pasif, naïf, negative, kemungkinan tidak berhasil sangat besar sehingga akan mengundang kejadian buruk (tidak tepat janji) sesuai dengan isi hati si pengucap. Padahal sesungguhnya Insha Allah mengandung keyakinan yang Maha Yakin, Maha Pasti, Maha Benar, Maha Baik dan segala ke-besaranNya. Mari Anda luruskan kembali fungsi kalimat Insha Allah dan temukan keajaiban-keajaibannya.

Dalam dunia pengertian energi, dikenal istilah hukum kekekalan energi. Energi tak kan pernah hilang dan dia bisa berubah bentuk. Tubuh Anda mengandung banyak sekali energy yang berasal dari maghnet postif/kebaikan dan negatif/keburukan, seperti dua sisi mata uang, bila yang satu muncul yang lain akan menghilang sementara (berada di baliknya).  Satu sisi harus tetap muncul, maka pilihah sisi positif yang muncul karena bila tidak maka sisi negative akan mengambil alih.

Pada saat Anda memancarkan maghnet kebaikan maka kebaikannya terkadang masih terkontaminasi dengan sisi keburukan, entah itu berasal dari niatnya, dari caranya, dari perasaannya atau dari hal lain yang berarti masih sangat mungkin mengundang keburukan. Dengan menambah kalimat Insha Allah yang diucapkan dengan vibrasi kepasrahan maka alam semesta akan meminjam energy positif yang berasal dari Allah untuk mewujudkan keajaiban dan menambah efek positifnya.

Dalam tiap kejadian yang diucapkan dengan menggunakan kalimat Insha Allah artinya, Anda telah menggunakan, meminjam kekuatan, kemampuan, keberuntungan, kebaikan yang dimiliki Allah untuk Anda, Anda tentu sangat percaya segala sesuatu yang beasal dari Allah pasti memiliki energy positif. Segala sesuatu kekuatan, maghnet yang berasal dari Allah akan mengakibatkan kebaikan, keajaiban, rejeki, sukses yang telah dijamin diliputi 100% partikel positif seperti ketenangan, kedamaian, kebahagiaan, kemanfaatan, kelayakan. Berbeda bila yang Anda gunakan adalah kekuatan atau maghnet yang berasal dari diri Anda sendiri, makhluk ciptaan Allah yang masih mungkin mengandung partikel buruk bisa berupa nafsu, amarah, dendam atau pikiran dan perasaan buruk lain yang tidak Anda sadari.

Ucapkan Insha Allah dengan vibrasi mengundang Allah untuk mengirimkan KekuatanNya, KeajaibanNya, KecerdasanNya maka keinginan Anda, mimpi Anda tetap terjaga energy positifnya.

TIPS                : Gantilah kalimat ‘pasti’ dengan kalimat ‘insha Allah’ yang diucapkan dengan vibrasi yang penuh kebesaran, kepastian, kebaikan, kekuatan setiap Anda membuat janji, membuat rencana perbaikan, menyusun mimpi dan keinginan, menguatkan tekad maka energy Anda berasal dari Allah.

Insha Allah, Anda Bisa!

MAGIC WORD 1 : Terima Kasih

Saat ini, Anda telah menganggap bahwa terima kasih adalah kalimat usang yang disimpaan jauuhhhh di dalam pikiran terdalam Anda dan hanya digunakan saat Anda berhadapan dengan orang yang benar-benar VIP, dengan atasan, atau dengan orang-orang yang menurut Anda akan menguntungkan Anda. Anda tak pernah sadar ini adalah kalimat ajaib yang mampu membuka kunci rejeki, keberhasilan, kesuksesan dan segala efek positif lain dalam kehidupan.

Apa manfaat kalimat terima kasih?

Dalam salah satu Andab dituliskan, ‘bersyukurlah padaKu maka nikmatmu akan kami tambah’. Mengucapkan terima kasih adalah langkah awal termudah untuk bersyukur, saking mudahnya sehingga terkadang Anda lupa. Saat Anda mengucapkan terima kasih dengan segenap kesungguhan hati sebenarnya Anda telah memperkuat maghnet kebaikan dan kemudahan, ibaratnya Anda sedang membangun jalan tol menuju kepada apa yang Anda inginkan. Setiap ucapan terima kasih yang tulus berarti membangun satu pijakan pada keberuntungan, berarti menyalakan satu lilin untuk menerangi tiap langkah Anda untuk mendapat pertolongan Tuhan. Bersyukur juga berarti mengubah suasana hati yang kurang baik menjadi lebih baik. Anda wajib menjaga perasaan baik untuk mengundang lebih banyak kebaikan hidup. Bukankah sukses, rejeki, ilmu, kesehatan merupakan bentuk kebaikan yang ingin Anda undang kedalam kehidupan Anda?

Rasa terima kasih mempunyai 2 bentuk :

  1. Terima kasih kepada Tuhan

Ucapkan kalimat terima kasih dengan penuh rasa terima kasih setiap kali Anda bangun tidur di pagi hari. Lalu tanamkan kalimat ini lagi ke dalam bawah sadar Anda dengan mengucapkannya beberapa kali sebelum Anda beranjak dari tempat tidur. Resapi keindahan hari itu dengan segala rasa syukur atas tarikan nafas, kesehatan tubuh, kecerdasan pikiran, penglihatan yang baik, dan segala hal yang telah Anda nikmati. Ucapan terima kasih pagi hari akan mengundang lagi rasa terima kasih untuk hadir lebih banyak. SEring kali Anda lupa bahwa nafas yang telah dianugrahkan Tuhan pada Anda adalah bentuk rejeki yang luar biasa. Bukankah banyak orang yang masih tergeletak di rumah sakit saat Anda masih menikmati sehat, saat Anda masih diberi kemampuan untuk melihat keluarga tercinta, bahkan saat Anda masih dipercaya mendapat kesempatan menyelesaikan tumpukan pekerjaan kantor.

Mudah sekali melihat kekurangan Anda atau bahkan pasangan Anda sehingga Anda lupa bahwa nikmat terbesar telah diberikan Tuhan sebelum Anda membuka mata. Bayangkan bila Anda sakit, pasangan sakit, anak-anak sakit, alangkah repot dan mahalnya untuk mengembalikan kesehatan.

Tips           :

Bila keluhan pertama di pagi hari mulai datang, segera ingat untuk tetap mengucapkan terima kasih dalam hati, ucapkan terus menerus sambil melakukan aktivitas pagi hari, menuju kamar mandi, sarapan, keluar dari rumah dan seterusnya.

Untuk awalnya Anda membutuhkan perintah otak untuk selalu mengucapkan terima kasih dalam hati, selalnjutnya mekanisme tubuh akan mengatur rasa terima kasih untuk tetap bersemayam dalam hati meski keadaan sulit sekalipun.

  1. Terima kasih kepada sesama manusia
  1. Terima kasih kepada diri sendiri

Sering-seringlah mengucapkan terima kasih kepada diri Anda, pada tubuh Anda, pada system yang mengatur kesehatan Anda, pada cara berfikir Anda, pada, daya tahan Anda terhadap stress.

Bagaimana berterima kasih pada saat Anda mengalami perasaan buruk?

Ucapkan terima kasih pada diri sendiri karena masih bisa merasakan rasa sedih, kecewa, marah. Katakan pada diri Anda bahwa dengan merasakan semua perasaan itu artinya Anda masih manusia normal. Bayangkan bila Anda tak mampu merasakan lagi, berbahaya kan? Artinya sinyal Anda masih berfungsi dan Anda masih diberi kesempatan dan peringatan untuk berubah. Bukankah bencana alam pun telah memberiikan tanda-tanda sebelumnya?

Bagaimana berterima kasih bila kesehatan Anda sedang kurang baik?

Mengalami sesak nafas akan membuat Anda panik, gelisah, ucapkan terima kasih atas gangguan pernafasan dan rasa gelisah itu sendiri. Dengan begitu Anda telah mengundang kebaikan yang lebih banyak untuk dua hal ini. Pertama Anda mengundang pernafasan Anda untuk lebih baik lagi dan lalu mengundang perasaan Anda untuk merubah gelisah menjadi tenang.

Rasa kesyukuran menandakan Anda siap menerima sesuatu yang lebih baik lagi karena Anda telah menyiapkan wadah yang lebih besar. Ketidaksyukuran berarti Anda mempersempit wadah dan berkata, ‘jangan tambahi aku dengan apapun karena begini saja aku sudah repot’.

  1. Terima kasih kepada orang lain

Saat Anda mengucapkan terima kasih kepada orang lain, pastikan bahwa vibrasi terima kasih itu bisa Anda rasakan sampai ke dalam hati. Inilah yang disebut dengan ‘ucapan terima kasih yang tulus’. Vibrasi inilah yang memanggil keajaiban-keajaiban dalam hidup Anda. Treima kasih yang hanya sekedar ‘Lips service’ takkan mampu menjadi maghnet kebaikan yang cukup kuat.

Terkadang sangat mudah untuk mengucapkan terima kasih pada orang yang jelas- jelas menguntungkan Anda atau memberii Anda sesuatu. Bagaimana bila seseorang itu Anda anggap ‘ga penting dot com’ atau bahkan merugikan? Untuk apa Anda berterima kasih pada orang-orang semacam itu?

Diawal tulisan telah disepakati bahwa berperasaan baik adalah wajib dilakukan agar doa Anda terkabul. Bila Anda bertemu seseorang yang tak memberi apapun atau bahkan merugikan, usahakan hati Anda untuk tetap mengucapkan terima kasih dengan vibrasi tulus, karena bila tidak perasaan buruk akan mengambil alih kendali perasaan Anda. Bisa jadi di dalam diri Anda malah akan timbul rasa marah, menyalahkan, takut, kecewa, mengeluh, mengumpat, meremehkan, dan lain-lain. Sekali lagi Anda harus memilih berperasaan baik atau memilih berperasaan buruk, mengundang kebaikan atau mengundang keburukan sebagai tamu kehidupan Anda?

Sudahkah Anda mengucapkan terima kasih pada orang yang melayani sarapan Anda? Pada istri yang menemani sarapan pagi Anda? Pada tukang ojek yang mengantar Anda dengan selamat? Hati yang penuh dengan vibrasi terima kasih akan menjadi maghnet yang mengundang keajaiban datang ke rumah Anda. Begitu banyak kesempatan Anda membuat vibrasi terima kasih.

Mulailah ucapkan terima kasih dengan menatap mata seseorang dan dengan kesungguhan perasaan, inilah awal keajaiban datang pada Anda.