January 4, 2015 beninglara

Mengenali Rasa, Memahami Komunikasi Paling Dasar

Jenis-jenis perasaan     :

  1. Perasaan Buruk

 Perasaan buruk biasa dikenal dengan bad feel adalah perasaan yang menimbulkan rasa kurang nyaman. Perasaan buruk bisa berupa iri, cemburu, marah, kecewa, sombong, kesal, gelisah, rendah diri, curiga, serakah, khawatir, paranoid, frustasi, bersalah.

Perasaan buruk seperti pintu yang menutup keajaiban datang pada manusia. Perasaan jenis ini menarik dengan cepat kejadian tak menguntungkan yang tak Anda sangka-sangka. Perasaan buruk merupakan alarm dalam diri Anda bahwa Anda sedang meluncur ke bawah memasuki zona kehidupan yang lebih rendah, kerugian, kerusakan, bila tidak segera dihentikan.

 Jenis2 perasaan buruk

Sedang (Mild)

Minder (unpopular), tak terdaftar (listless), moody, lethargic, malas (gloomy), dismal, discontented, capek, indifferent, ga yakin (unsure), tdk sabar (impatient), tergantung (dependent), ga penting (unimportant), menyesal (regretful), bashful, puzzled, self-conscious, edgy, sedih (upset), reluctant, timid, mixed-up, sullen, provoked

Moderate

Curiga (suspicious), envious, enmity, aversion, dejected, tdk bahagia (unhappy), bosan (bored), forlorn, kecewa (disappointed), wearied, inadequate, ineffectual, tak tertolong (helpless), resigned, apathetic, malu (shy), tdk nyaman (uncomfortable), baffled, confused, grogi (nervous), tempted, tense, khawatir (worried), perplexed, bermasalah (troubled), disdainful, contemptuous, alarmed, annoyed, provoked

Strong

disgusted, resentful, pait (bitter), detested, fed-up, frustrated, sad, depressed, sick, dissatisfied, fatigued, worn-out, useless, weak, hopeless, forlorn, ditolak (rejected), bersalah (guilty), embarrassed, inhibited, bewildered, ditakut-takuti (frightened), anxious, dismayed, apprehensive, disturbed, antagonistic, vengeful, indignant, marah (mad), torn

Intense

hate, unloved, abhor, despised, angry, hurt, miserable, pain, lonely, cynical, worthless, impotent, futile, accursed, abandoned, estranged, degraded, humiliated, shocked, panicky, trapped, horrified, afraid, scared, terrified, threatened, infuriated, furious, exhausted

 Hasil dari bentuk komunikasi  perasaan  buruk:

 Perasaan kecewa artinya Anda mengafirmasi keguguran energy, seperti halnya daun yang tiba-tiba gugur karena terkena jamurJuga, bagian-bagian bunga yang terkena penyakit sengaja digugurkan dan dibuang oleh tumbuhan. Hal ini sengaja dilakukan untuk mencegah penjalaran penyakit.

Perasaan gelisah artinya Anda mengafirmasi gempa, guncangan energy, seperti halnya gempa bumi yang mengakibatkan kerusakan parah pada episentrumnya.

Perasaan marah artinya Anda sedang mengafirmasi aliran api seperti lahar yang membakar orang lain dan diri sendiri.

Perasaan iri mengafirmasi duri-duriuntuk menusuk Anda, bila tusukannya dalam akan menimbulkan luka dan nanah

Perasaan sombong mengafirmasi tutup pintu angin segar, sehingga udara didalamnya menjadi sumpek

Perasaan menyalahkan menagfirmasi tempatkan aku di waktu, situasi dan tempat yang salah

Perasaan ragu-ragu mengafirmasi penghentian putaran energy, dimensi waktu, jangan kirimi aku apapun selama aku masih menganalisa

Perasaan-perasaan buruk ini akan mengafirmasi otak untuk berfikir menyalahkan, melarikan diri dari masalah, egois, membuat rencana-rencana buruk, mengeluh, menghakimi, selingkuh, melakukan kecurangan dan lain sebagainya.

Bagaimana cara cerdas merespon perasaan buruk?

 Pertama, syukuri dulu rasa kecewa itu sebagai rasa yang wajar, bersyukurlah bahwa Anda punya perasaan yang masih dapat bekerja normal. Bukankah setiap yang bisa merasa bahagia dia bisa juga merasakan kekecewaan? Ucapkan, ‘terima kasih Tuhan, kali ini aku sedang merasakan kekecewaan’.

 Kedua, niatkan/pikirkan untuk mengubah perasaan kecewa menjadi bahagia dengan mengatakan, ‘aku bahagia dan berterima kasih atas pelajaran yang diberikan Tuhan ini, aku punya kesempatan untuk belajar merubah kekecewaan menjadi kebahagiaan’. Ini berarti setelah Anda diberi alat (perasaan), Anda juga diberi kesempatan untuk mempelajari know-hownya alat Anda ini.

Ketiga, ciptakan kodisi perasaan yang tenang, relax dan nyaman dengan mengatakan, ‘aku bahagia’ atau ‘aku tenang setenang air sungai’, atau kalimat penenangan lain yang lebih Anda sukai. Lakukan berulang-ulang hingga perasaan kecewa itu berangsung-angsur hilang.

Tips Saat Ragu-Ragu 

Tips 1  : Untuk mengubah perasaan buruk, pertama syukurilah bahwa Anda masih memiliki perasaan ragu-ragu. Ragu-ragu juga berguna bagi Anda untuk menganalisa ulang hal-hal yang ingin Anda kerjakan. Niatkan untuk mengubahnya menjadi perasaan yakin dengan membayangkan kebaikan yang akan Anda peroleh dengan perubahan ini. Lakukan tindakan yang berhubungan, walaupun sedikit, untuk mendapatkan ‘feel’ yakin.

Tips 2  : Jangan pernah menjadikan perasaan buruk sebagai pemimpin Anda, artinya, saat Anda sedang mengalami perasaan buruk, segera kosongkan pikiran, diam, tidak mengatakan atau memutuskan apapun. Perasaan buruk akan membuat jantung berdetak tidak teratur dan menyebabkan otak Anda berfikir cepat kea rah yang lebih buruk

  1. Perasaan Baik

Intense

loved, adored, idolized, alive, wanted, lustful, worthy, pity, respected, empathy, awed, enthusiastic, zealous, courageous

Strong

enchanted, ardor, infatuated, tender, vibrant, independent, capable, happy , proud, gratified, worthy, sympathetic, important, concerned, appreciated, consoled, delighted, eager, optimistic, joyful, courage, hopeful, valiant, brave, brilliant

Moderate

liked, cared for, esteemed, affectionate, fond, excited, patient, strong, gay, inspired, anticipating, amused, yearning, popular, peaceful, appealing, determined, pleased, excited, jolly, relieved, glad, adventurous, peaceful, intelligent

Mild

friendly, regarded, benevolent, wide awake, at-ease, relaxed, comfortable, content, keen, amazed, alert, sure, attractive, approved, untroubled, graceful, turned on, warm, amused, daring, comfortable, smart, interested

Hasil dari bentuk komunikasi  perasaan  baik:

Inilah kondisi perasaan dimana mampu membuat maghnet kebaikan seseorang menjadi sangat kuat.

Apa gunanya maghnet kebaikan?

Untuk membuat doa-doa Anda terkabul. Bukankah setiap saat Anda berdoa untuk kebaikan? Anda memerlukan maghnet kebaikan untuk mengundang keajaiban-keajaiban dalam hidup. Kebaikan bisa berupa keberuntungan, rejeki, uang, pertolongan, kemudahan dalam menginginkan sesuatu juga bahkan membuka relasi-relasi baik yang Anda inginkan. Semakin baik perasaan Anda, daya pancar maghnet Anda menjdai semakin kuat memanggil hal-hal baik datang pada Anda.

Jadi, untuk membuat doa kebaikan Anda terkabul Anda harus sudah memilki maghnet kebaikan yang sudah ada dalam diri Anda. Bagaimana mungkin Anda menarik kebaikan bila maghnet pemanggilnya tidak ada? Anda harus baik terlebih dulu, baru bisa menarik kebaikan. Inilah alasan mengapa doa Anda belum kunjung dipenuhi oleh Tuhan. Semua penyebabnya adalah Anda dan penyebab paling utama adalah yang ada di dalam hati Anda, perasaan Anda.

Perasaan bisa digambarkan sebagai bahasa komunikasi makhluk dengan Tuhan dalam bentuk Morse.

Morse Perasaan           :

Perasaan bahagia mengafirmasi rasa syukur dan membuka pintu-pintu keberhasilan lebih lebar di masa datang.

Perasaan damai mengafirmasi kecukupan akan usaha diri sendiri dalam merespon tanggung jawab yang telah diselesaikan, hal ini membuka diri untuk tanggung jawab yang lebih besar.

 Perasaaan rendah hati mengafirmasi kemandirian dan kepuasan akan kapabilitas diri, hal ini membuka pintu ilmu, pengetahuan dan kekuatan yang lebih tinggi.

 Perasaan cinta kasih mengafirmasi keseluruhan perasaan baik setelah menyelesaikan tanggung jawabnya, hal ini membuka keberlimpahan tak terhingga yang sewaktu-waktu menyebabkan seseorang mendapatkan keajaiban yang telah diimpikan.

Perasaan baik dapat berupa rasa bersyukur, sayang, cinta, senang, bahagia, damai, tenang, kagum, enteng, …..

Mengapa Anda harus melatih respon yang muncul dari suatu perasaan?

Karena tugas perasan adalah memimpin Anda, maka sudah kewajiban Anda untuk meng-educated perasaan Anda. Arahkan selalu perasaan Anda untuk selalu menjadi maghnet kebaikan yang kuat.

Perasaan yang Anda miliki harus selalu Anda latih untuk selalu dalam kondisi baik, nyaman, senang, bahagia, damai tanpa tergantung dengan situasi apapun, tidak tergantung dengan orang lain

Apakah perasaan baik bisa muncul begitu saja?

Perangkat Perasaan baik sama dengan perangkat perasaan buruk dalam hal seberapa sering dia bisa muncul dalam hidup sehari-hari. Semakin sering Anda melatih perasaan baik Anda, semakin mudah dia muncul dalam menghadapi berbagai situasi. Seseorang yang terbiasa ‘berprasangka baik’ akan mudah secara otomatis memandang hikmah positif setiap kejadian.

Saat Anda macet di jalan maka yang muncul biasanya adalah kekesalan tetapi bias juga Anda memilih untuk mendengarkan music untuk memanggil perasaan baik atau memikirkan sesuatu yang menyenangkan sehingga perasaannya berubah.

 Saat pasangan Anda mulai menjengkelkan, latihlah perasaan menjengkelkan ini menjadi perasaan baik. Anda ucapkan terima kasih bahwa Anda memiliki rasa jengkel dan diberi kesempatan oleh Tuhan untuk melatih otot sabar, diberi kesempatan Tuhan untuk lebih meningkatkan kemampuan berkomunikasi  dengan pasangan (mempelajari cara-cara mengungkapkan perasaan dan pelajari tentang karakter manusia), bukan malah sebaliknya menjadi ajang ‘main badminton’ saling menyalahkan dan berbalas pantun.

 Keahlian mengolah perasaan seperti halnya keahlian seorang koki. Koki yang sangat ahli tidak pernah mempermasalahkan bahan atau bumbu yang akan digunakan, apapun bahan dan bumbunya rasanya tetap enak. Seorang ahli pengolah perasaan mampu menghadirkan perasaan baik apapun situasinya.

 Sehingga munculah pepatah, ‘If U wanna happy, be happy, now!’ Semakin ahli Anda mengolah perasaan tidak akan ada lagi istilah ‘masalah berat, situasi rumit, tak ada jalan keluar, istri yang menjengkelkan, kondisi bangkrut’ apapun yang sedang Anda hadapi Anda tetap rasakan sebagai hal yang baik, menyenangkan dengan perasaan baik pula.

Apakah kedengarannya gila? Mustahil? Bila jawabannya ya, sekarang Anda harus makin sadar kenapa doa Anda belum kunjung terkabul, karena maghnet penarik kebaikan tidak ada dalam diri Anda.

Bukankah untuk dikabulkan sukses Anda harus menjadi ‘out of the box’? Menjadi bahagia disaat kondisi tak mudah adalah salah satu cara untuk out of the box!

Hukum alam mensyaratkan Anda untuk melakukan kebaikan terlebih dahulu baru bisa menarik kebaikan yang lain. Semakin besar kebaikan yang ingin Anda tarik semakin besar maghnet kebaikan yang harus Anda miliki.

Dibawah ini beberapa teknik dari sekian banyak teknik untuk mengungkapkan perasaan sehingga mampu melepaskan energy negative dengan meminimalkan penyebaran keburukannya.

Melatih Mengekspresikan Perasaan

Tips     :

v v  Cobalah untuk mengerti lebih spesifik tentang perasaan Anda. Secara konsisten gunakanlah hanya satu atau dua kata untuk menyatakan perasaan Anda, seperti ketika tidak enak atau kecewa, terlalu umum. Jenis tidak enak atau kecewa yang bagaimana? ( sakit hati/irritated, marah, khawatir, takut, sedih, sepi, dll)
v v  Ilustrasikan secara spesifik tingkat perasaan dan Anda akan berpikir untuk memperkecil kesempatan utk tidak mengerti. Sebagai contoh, beberapa orang akan berpikir ketika berkata Saya Marah yang berarti Anda benar-benar marah ketika Anda mengartikan sebuah “little irritated”
v v  Ketika mengekspresikan kemarahan atau irritation, pertama deskripsikan secara spesifik kebiasaan yang Anda tidak suka, lalu baru atur perasaan. Hal ini akan membantu unutk menjaga orang lain untuk menjadi tidak segera menutup diri atau terintimidasi ketika mereka mendengar pertama kali “Saya marah denganmu” dan mereka tidak akan kehilangan pesan ini.
v v  Jika Anda sudah mencampuradukkan perasaan, katakanlah begitu dan mengekspresikan setiap perasaan dan menjelaskan apakah tujuan dari setiap perasaan.Sebagai contoh, ‘Saya telah mencampuradukkan perasaan tentang apa yang telah kamu lakukan’. ‘Saya gembira dan berterimakasih bahwa Kamu sudah membantu saya, tetapi saya tidak suka komentar mengenai kebodohan, Hal ini sangat tidak respek dan tidak penting dan Saya menemukannya sebagai irritating’.

Teknik untuk Menyatakan Perasaan

Dua hal berikut – Saya merasakan pernyataan dan Saya membuat pesan akan membantu anda :

v v  Menyatakan perasaan secara produktif
v v  Berkonfrontasi penuh respek tehadap seseorang ketika Anda merasa terganggu oleh kebiasaan seseorang
v v  Menyatakan perasaan yang sulit tanpa menyerang perasaan yang paling dalam dari harga diri seseorang
v v  Jelaskan bagi anda dan orang lain tepatnya tentang apa yang Anda rasakan.
v v  Menjaga perasaan dari masalah yang elebih besar lagi.
v v  Mngkomunikasikan perasaan yang sulit dengan cara yang enak dan membuat seminimal mungkin orang lain menjadi defensive dan meningkatkan ketertarikan orang lain untuk mendengarkan/memperhatikan Anda.

Metode  mana yang Anda gunakan untuk mengungkapkan perasaan tergantung pada tujuan Anda, tingkat kepentingan atau kesulitan perasaan dan situasi Anda.

  1. Ungkapkan Perasaan, digunakan dalam situasi yang jelas dan sederhana, saat Anda ingin mengungkapkan kondisi diri dan menghindarkan menyerang atau menyakiti harga diri seseorang.

Pernyataan ini diambil dari ‘Saat kamu melakukan itu aku merasa begini. ‘Melakukan itu’ berarti tingkah laku orang lain dan ‘begini’ berarti perasaan Anda.

            Aku kecewa, saat kamu lupakan hari ulang tahun kita

  1. I messages digunakan pada situasi yang lebih rumit, untuk menjelaskan apa yang Anda rasakan dan orang lain saat :

a)Anda memiliki perasaan buruk

b)Anda berkonfrontasi dengan seseorang dan ingin orang lain merubah tingkah lakunya

Fokuskan hanya pada diri Anda dan pesan-pesan tentang diri Anda

Berlawanan dengan bila kita berfokus pada kekurangan orang lain. Ambillah tanggung jawab pada diri Anda, focus pada perasaan Anda daripada menuduh orang lain yang malah membuat perasaan Anda tak karuan.

Fokus pada perasaan orang lain  malah tidak mengkomunikasikan perasaan Anda tetapi  malah mengkomunikasikan apa yang diyakini orang lain. Bedanya adalah focus pada diri sendiri berarti ‘Saya punya masalah’ dan focus pada orang lain berarti ‘Kamu punya masalah’.

Ungkapkan tingkah laku orang lain yang Anda tidak sukai dengan obyektif, tanpa bersikap menyalahkan dan menuduh.

Ungkapkan perasaan Anda sehingga akan mengurangi berkembangnya perasaan buruk.

Ungkapkan apa yang Anda lebih sukai dari orang lain untuk dilakukan.