Jan
05

MAGIC WORD 5 : PEDULI

posted on January 5th 2015 in Magic Words & News & Article with 0 Comments

Mikul dhuwur mendem jero, peduli berarti mengangkat tinggi sisi positif dan mengubur dalam-dalam sisi negatif. Akui, beri penghargaan tiap Anda menemukan sisi postif diri Anda, situasi ataupun orang lain, jangan pedulikan sisi negatifnya karena sekali Anda ‘peduli’ dengan keburukan orang lain maka keburukan ini akan datang lagi menghampiri Anda.

Apa yang harus Anda lakukan bila Anda menemukan kekurangan orang lain? Peduli pada kekurangan/keburukan diri sendiri dan orang lain sama dengan memberi makan pada pada keburukan itu sendiri, syukuri keburukan sebagai tahap pembelajaran, lalu maafkan, jangan pernah membahas, membahas berarti mengundang keburukan itu untuk datang lagi. Itulah sebabnya gossip yang buruk itu berbahaya, saat begossip Anda malah mengundang hal2 yang Anda gossipkan utk datang lebih banyak lagi. Biasanya Gossip dilakukan dalam suasana santai dan relaks, otak kanan Anda akan menganggap gossip secara serius untuk ditiru, terkadang dalam bentuk yang lain tetapi sama kandungan keberukkannya.

Apakah ini tidak menyebabkan kesalahan yang berlarut-larut?

Sama sekali tidak, anggaplah bahwa kkurang adalah tahap pembelajaran, everybody has  a good intension, setiap orang selalu punya niat baik di tiap tndakannya. Bila keburukan itu masih terjadi mengertilah bahwa tahap pembelajaran seseorang itu berbeda, ada yang cepat ada yang lambat.

Apa jadinya bila Anda peduli pada keburukan?

Seseorang melakukan kesalahan yang mengakibatkan Anda kesal sama artinya Anda meningijinkan diri Anda tertempel maghnet negative, semenitmaghnet ini menempel maka Anda telah kehilangan kesempatan mengunadang keajaiban. Biarlah keburukan itu ada dimana-mana tetapi selamatkan diri dari tertular keburukan.

Pedulikan hanya pada hal-hal positif, pada kebaikan diri sendiri dan orang lain. Salah satu cara untuk tetap bertahan dengan magnet positif adalah berfokus, Setiap orang memiliki paling sedikit dua sisi, baik dan buruk. Pedulikan hanya sisi baiknya. Latihlah diri Anda untuk tidak berfokus pada kekurangan orang lain dengan dengan melihat kebaikannnya walau itu hanya sedikit menuut kacamata Anda.

Ilustrasi           : Seorang kawan memiliki atasan yang galak dan selalu mengomel tiap pagi. Hingga suatu saat saat atasan ini berlaku kelewat batas dengan marah-marah hingga salah satu anak buahnya menangis, suasana kerja menjadi rusak dan impian untuk membangun team yang solid menjadi rumit. Kekesalan menjadi suasana ‘wajib’ tiap  kali berada di kantor karena harus bertemu dengan atasannya, team work menjadi kocar kacir. Lalu kawan Anda ini memilih untuk lebih peduli pada sisi positif atasan saat sedang tidak marah dan ternyata saat tidak marah atasannya adalah orang yang mudah tesenth. Kawan ini memilih untuk menganggap bahwa sang atasan butuh bantuan dalam hal dipahami saat marah.